Benar-benar merupakan pemandangan yang sangat indah, pahanya yang putih mulus serta padat berisi itu membuat jantungku serasa mau copot.Karena enggak pernah tahu bagaimana caranya memijat, akhirnya kedua tanganku kuletakkan di kedua paha mama dan kupijit-pijit dari bawah ke atas. Bokepindocolmek memek mama. “Kenapa Ma?”
“Maasss, tolong cabut punyamu dulu, mama mau mengelap punya mama supaya agak kering sedikit, biar kita sama sama enak nantinya”, katanya.Bener juga kata Mama, kataku dalam hati, tadi memek Mama terasa sangat basah sekali. Aku ini sudah mahasiswa lho.. Aku sampai takut”, kataku sambil kuciumi tangan yang sedang memegang wajahku. Boleh ya Mah pegang dikit?”
“Tuh kan… Mas ini sudah ngelunjak. Akhirnya kami tertawa berbarengan dan tiba2 saja ada ketukan di pintu kamar, “Buuuu… sudah siang!”.




















