Bersamaan dengan itu, Kelvin mendaratkan bibirnya di bibirku dan mulai menciumiku dengan panas.Bibirnya turun ke daguku, lalu naik ke kupingku, di sana dia membisikkan, “O… Khrissstie.. “Kelvin! Bokep Tante “Whoops…” pikirku. Aku marah dan pergi meninggalkan rumahnya. Pada hari Senin telepon di meja kantorku berdering, lalu kuangkat. Aku sudah melirik satu gaun malam warna hitam yang aku suka, tapi belum kubeli sampai sekarang karena lumayan mahal. Aku marah dan pergi meninggalkan rumahnya. Dia bekerja di dealership ini di bagian sales. “Whoops…” pikirku. Lewat sentuhannya di kulitku dan desahan nafasnya, darahku mulai naik. “Aku memang ingin kasih tahu kamu…” katanya menatapku. Kugunakan jari-jarinya sebagai pengedap suara yang kugigit-gigit sebagai pengganti jeritan yang keluar. Kelvin bukan Kelvin namanya kalau dia menyerah, aku sudah tahu taktiknya, bila lunch ditolak, dia minta dinner, bila besok ditolak, dia minta lusa.




















