Tidak lama kemudian Papi yang tadinya berada diluar kamar, kini Papi-pun menghampiriku aku yang saat itu aku masih berada di tempat tidurku,“ Nak… temani Papi sebentar yuk… ”, ajak Papi.“ Temenin kemana Emang Pi? ”, pintaku menghiba pada Papiku.Saat itu aku melihat tatapan mata Papiku demikian liar sambil tangannya tak berhenti menggerayang ke sekujur tubuhku yang hanya di balut selimut dari kamar Mamiku.Aku-pun mencoba menggeliat bangun dan buru-buru menjauhi Papi dan untuk menutupi tubuhku mepet ke ujung ranjang. Bokeb Saat itu tubuhku meliuk-liuk mengikuti irama permainan lidah Papiku. Ku arahkan batang kemaluan Papiku kearah wajahku, kemudian kumasukan kedalam mulutku, Mulutku bermain dengan lincah. Menjilat-jilat seluruh permukaan dadaku yang aku taburi coklat coki-coki tersebut.Papi Menghisapnya kuat-kuat sambil meremas-remas menyedot coklat yang masih mengotori tubuhku.




















