Hai..” sahutku lirih. Bokepindocolmek Sambil ngobrol kudekatkan jari kakiku ke betisnya. Kali ini tidak hanya punggung tapi perut dan sesekali kusentuh payudaranya. Sial! Kukecilkan lampu sampai redup lalu kududukan ia di sofa. Saat itu aku benar-benar lebih mirip orang hendak piknik daripada seseorang yang sedang cemburu. “Aaawww.. Hmm Aya pikirku. Mabok karena cewek? Lalu jilatanku mulai kugeser pelan ke arah perut. Aku sangat tidak mengharapkan bertemu dan mendapati kenyataan yang menyakitkan seandainya perasaanku benar, aku sungguh tidak mengharapkan. Paling tidak aku bakal bisa menset diriku agar kelihatan agak cuek. Ah bagus tidak berbau. Entah siapa yang membawakan tapi lirik lagu itu menjadi inspirasiku.“I’m in somebody’s shadow In someone else’s dream You’ll never find me unless I want to be”
Kuhirup nafas dalam-dalam.




















