“Kamu sekarang jarang main ke rumah, lagi sibuk ya?”. Bokep Japan Rido memalingkan wajah Cinta, kemudian bibir mereka beradu. Terdengar desah nafas panjang sebelum laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. “Kan Om masih nyetir, kalo nabrak gimana?”. Cinta tersenyum. Pembicaraan awal menuju ke sebuah pembicaraan inti. Kompensasi? Entah apa yang mendasari ia menjalani profesi ini. Dia mengambil brosur hotel yang disediakan di sudut meja resepsionis. Dengan tersenyum, gadis cantik itu menerima rangkulan Om Ridwan dan berjalan menuju kamar. Laki-laki itu terdiam sejenak. Uang sebesar itu ternyata tidak menjadi masalah besar untuk Om Ridwan. Kebisuan pun pecah. Apakah itu berarti Om Ridwan sudah mengetahui tentang profesi sampingannya? Diciumnya bibir Om Rudi cukup lama, kemudian diakhiri dengan sapuan lidah. Agak terlihat pendek dibanding postur tubuh Cinta yang saat itu memakai high heel.




















