Kubimbing Laras untuk berjongkok. Bokep Tobrut Malu aku.“Mas punya CD lagu yang bagus, nggak?” tanya Laras mengagetkanku. Pukul sembilan pagi semua karyawan sudah menyebar ke lapangan. Bibir Laraspun mulai bergerilya turun. Dan begitu mereka berangkat ke lapangan aku pulang ke kost untuk istirahat. aku pernah ikut sekali. Namun paginya dikantor, Laras sempat curiga dengan kesehatanku dan bertanya,
“Mas kenapa, sedang sakit ya?”“Iya, Ras. Entah apa yang ia rasakan. Maka kami berempatpun bersaing untuk merekrut anak buah yang sebanyak-banyaknya, dan mengembangkan hingga menjadi sebuah tim yang integral dan solid. Mengelus rambutnya yang hitam itu, sambil sesekali membahas cerita film itu.Padahal sebenarnya aku tidak begitu memperhatikan alur cerita film itu. Dalam empat bulan saja, yang semula hanya berjumlah empat orang sudah menjadi lebih dari lima puluh orang.




















