Aku lupa kalau hari ini Senin. Kini salah satu ujung jarinya sudah mengelus-elus klitorisku dan aku semakin merasakan nikmatnya. Bokep Live Pelukan yang tak pernah aku rasakan dari almarhum suamiku. Aku mengelus-eluskan lotion itu ke batang penisnya, lalu ke lubang duburku. Aku menjambak rambutnya. Kalau aku yang mengatakan itu, mungkin orang tak curiga. Aku sudah tak mampu menahan nikmatku. Kami saling berpandangan dan bertatapan dengan penuh mesra.“Dodi, kamu jangan sampai bercerita pada siapapun,” kataku. Wajahnya murung.“Anakku telah terbuang, Ma.”“Tak ada jalan lain, sayang,” bisikku menenangkan gemuruh dadanya.Aku kembali datang ke rumah pembuat ramuan itu. Aku merasakan ujung penis Dodi menyentuh lubang duburku.“Dodi, bukan itu lobangnya, sayang!” kataku.“Mama diam saja.




















