Haruskah kujawab sapaan itu? “Ya.”Lalu aq menuju ruang yg kemarin. Bokep Japan Angin menerobos dari jendela. Suara yg kukenal, itu kan suara yg meminta aq menutup kaca angkot. Ia memulai pijitan. Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aq ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing Bapak-bapak di sebelahku juga bisa. Tapi ia dingin sekali. Aq tdk ingat motifnya, hanya ingat warnanya.“Mau dipijat atau mau baca,” ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku,
“Ayo tengkurep..!”Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aq turun. Kadang-kadang ketimun. Nampak ada perubahan besar pada Iin. Ke bawah lagi: Turun. Aq jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi.




















