Tersenyum lebar, ia menepuk perutnya yang putih kecoklatan itu sambil membuat gerakan menciumku.. apalagi sama perek atau pelacur (itu sih jijay!hii..) Mau tahu? Bokep Crot untung dia ngomongnya ngga kenceng. Meski terlalu kecil untuk bersaing dengan Liem Sioe Liong atau Prajogo Pangestu, tapi kami masih cukup punya namalah di Jakarta. Waah, pasti di antara kakinya itu ada..“Kamu boleh liat badan Ciecie semuanya, Say..” katanya memutus lamunanku, “Ciecie sayang sama kamu, abis kamu imut sih..”“Ciecie emang butuhnya berapa duit?” aku memberanikan diri bertanya.Dia tersenyum dan jarinya menunjuk angka 1..“I Pay..”Cuma segitu? kalo gini kan ketauan mana yang temen mana yang bukan.. Aku menutup mataku saja sambil tersenyum lebar..Dan aku pikir dia puas dengan jawaban itu.




















