No info
Karena Shela masih tetap diam dan tidak menolak, keberanianku semakin bertambah dan secara perlahan-lahan kugeser ciumanku ke arah bibirnya, dan tiba-tiba saja Shela menerkam dan memelukku serta mencari bibirku dengan matanya yang masih tertutup.Aku berciuman cukup lama dan sesekali lidahku kujulurkan ke dalam mulutnya dan Shela mengisapnya. Bokep Ooom dan kapan Oom ada waktu untuk mendengar cerita Shela”.“Kalau besok gimana..?, kataku.“Boleh.., oom”, jawabnya cepat.“Lho…, besok kan masih hari Sabtu dan Shela kan harus sekolah”, jawabku.“Sekali-kali mbolos kan nggak apa apa Oom…, hari Sabtu kan pelajarannya tidak begitu padat dan kurang penting”, kata Shela.“Oklah…, kalau begitu…, Shela, kita ketemu besok pagi ditempat biasa kamu menunggu”.Dalam perjalanan ke kantor setelah Shela turun, masalah Shela terasa mengganggu pikiranku sehingga tidak terasa aku sudah sampai di kantor.





















