Aku kaget rupanya dia menceritakan semuanya dengan blak-blakan. Bokep Thailand Melihat itu aku sedikit prihatin.Apa boleh buat, aku masih punya kesempatan yang lain, Minoru berjanji akan menemaniku lagi lain hari, lagian aku juga merekam semua aksi ini, akan menjadi sebuah ancaman jika Minoru tidak memenuhi janjinya.“Ya sudah…”, kataku lalu mencabut kontolku. Minoru memelukku kencang,“Tolong mas…”, rintihnya seperti akan berejakulasi. Mukanya murung, dia nampaknya terpaksa ke sini, dia tidak berani memandangi wajah kami, dia mungkin masih trauma.Tapi dia tidak berbeda dari kemarin-kemarin, masih tetap cantik. Zenit kali ini ingin berpesta untuk kemenangannya melalui masa perkuliahannya.“Selamat bro… IPK 4 nih pastinya…”, olok ku lalu duduk bersamanya.“Hahaha, enggak lah, cukup-cukup saja…”, jawabnya sambil memberikan sebotol bir Guinnesse padaku.“Kita senang-senang dulu hari ini…”, kata Zenit.Kami pun mulai minum.




















