“PLOFFHHH… Aaaaa.hhh… ke ken kenapa dicabut mangggg….”
“TADIKAN Non Janji, maennya bakal liar kayak bondon…!!, mana nih janjinyaaaaa…., jangan kaya partai-partai politik dongggg…cuma bisa mengumbar janji doanggg….ehh begitu udah dipilih malah menyengsarakan rakyat….,nggak inget sama wong cilik…, malah sibuk menaikkan gaji pegawai negri, tapi lupa sama kami-kami ini yang selalu menderita…..”
“Aduhh…Mang koq jadi masalah partai sichhh…, masukin lagi dooonggg…., Mang Sudinnnn…., ayo dong mangggggg” aku merengek-rengek dengan manja. Bokep langsung diservice atuh Nonnnn, sampe jamuran nih mamang nunggunya…..”
Aku menuruti keinginan Mang Sudin, entah kenapa aku tunduk mengikuti keinginan seorang tukang becak yang seenaknya memerintahku. (aku dan tokoh khayalanku yang tampan),Aku seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi swasta di kota ini. JEBOL… !! “ tiba-tiba Mang Sudin menusukkan jari telunjuknya kuat-kuat, ia menuntut jawaban-ku
“Enn Enakkk… enakkkk nnnnnhhhhh..




















