Mbah Suliyem hanya diam, tak berontak dengan kelakuanku padanya dibawah sinar lampu neon 5 watt sebagai penerang ruang utama di rumahnya. Sekilas kuperhatikan si Nenek, meskipun sudah tua dan mungkin usianya sudah diatas 60 tahun tapi badannya langsing, bahkan masih lumayan tegap dibalik kebaya dan kain jariknya. Bokep India jujur, bukan rasa iba sebenarnya, tapi karena aku memang tidak ada acara lagi dan tidak ingin untuk segera pulang ke rumah. Aku memang tidak mengharapkanbalasan dari bibirnya yang sedari tadi hanya terkunci rapat. Perlahan kulepas baju kebayanya, ia tetap tak bergeming.Bahka saat kukecup bibirnya yang sudah tak ada lagi kelembutan yang tersisa. Halaman rumah yang sekaligus dijadikan kebun cukup luas.“ya ini gubug simbah … ayo duduk dulu mas …” Kulihat keceriaan wajah mbah Suliyem saat ia menawarkanku untuk turun dan singgah ke rumahnya.




















