“Tadi malam tangan kiri, sekarang kanan, Mbak kok suka sekali nyubit sih!”, keluhku. Bokepindo “Zainal, katamu kamu belum pernah punya pacar, benarkah?”, tanyanya yg langsung kujawab dengan anggukan sambil meniup kopi panasku agar agak dingin. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya. Setiap baris rencana yg kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yg akan kulakukan. Setiap hal penting yg muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. Kuperlambat gerakanku untuk memperpanjang babak ini. Kemudian tempurung lutut kananku dengan sengaja kugesekkan pada selakangannya. “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. Aku suka pemuda seperti itu, cuman terkadang cuekmu sangat keterlaluan. pasti belum, kalau tidur kamu kok kuat sekali!”, omelnya. kamu nggak pernah bisa diajak serius”, keluhnya dengan muka masam. emangnya kenapa Mbak?”, tanyaku
“Sudah jam berapa ini?




















