Kembali kulumat bibirnya, lagi, dia membalasnya dgn penuh semangat. ya dia, Silvi.“Pak, nanti mlm ada acara gak? Bokep Thailand HP didalam saqu celanaqu berbunyi, ada SMS yg masuk, kubuka SMS tersebut yg rupanya datang dari perempuan diseberang ruanganku yg tadi pagi menatapku sampai aqu masuk ke ruangan ini .. uhh.”
Badanya mengejang beberapa waktu sebelum akhirnya dia lunglai bersender kedadaqu.“Gimana vi rasanya?”“Enak pak.”Kulihat air matanya berlinang.“Kenapa kamu menangis vi.”Dia diam tak menyahut.“Kamu nyesel udah melaqukan ini?” tanyaqu.“Bukan pak.”“Lantas?”“aqu bahagia, akhirnya aqu mendapatkan apa yg aqu idam-idamkan selama ini yg seharusnya datang dari suami aqu.”“Oh begitu.”Kami saling terdiam beberapa waktu sampai aqu lupa bahwa jari tengah tangan kiriku masih bersarang didalam kemaluannya dan aqu cabut perlahan, dia menggeliat waktu kutarik jari tanganku, dan aqu masih tercenung dgn kata-kata terakhir yg terlontar dari mulutnya, benar rupanya ..




















