“Ngobrol aja dulu mas, kalau nggak cocok boleh cari yang lain,” kata si Mbak tadi berbisik di telingaku.Amei agak grapyak dan suasana obrolan mudah sekali cair. Bokep “Dia belum punya anak mas,” tambah Ambar gencar berpromosi.Aku menyetujui lalu si Wiwik, istri sang tentara itu datang bergabung ke mejaku. Kami ngobrol ngalor-ngidul gak jelas. Paling-paling seminggu 2 kali. Aku mendapat penugasan ke Semarang dan Solo.Menyelesaikan pekerjaan di Semarang seperti supir ngejar setoran. Aku segera meremas susunya dan pentilnya ku pelintir-pelintir. Suatu waktu jika ada tugas ke Semarang, aku prioritaskan “ bertamu” ke alamat yang diberikan Pak Mertino.Saat yang ditunggu-tunggu tiba. Kuturuti arahannya dan aku telentang, sementara Amei tergolek di sampingku. Disini letak uniknya, sepertinya pelayan yang mengantar makanan aku orangnya berganti-ganti. Hebatnya lagi aku ditawari digonceng sepeda motor untuk kembali ke hotel.




















