Hanya saja ia bilang “dasar, abang nakal!!” saya hanya tersenyum…Kalau sudah dibilangin begitu, maka akupun kadang lebih berani lagi. Bokeb Hania menyandarkan wajahnya ke dadaku…Saya menyambut dengan tenang. Satu-satunya kain yang masih tersisa. hehehe…Kulepaskan ciumanku dari bibirnya, menjalar ke arah telinga, lalu desahkan erangan-erangan lembut. Kudorong perlahan… & terasa ada yang menahan tongkat pusakaku.Wow…! Tubuh agak bungkuk udang, mempunyai rambut panjang terurai. Bukan main nikmatnya. Berputar-putar, berpindah dari kiri ke kanan, sambil sekali-sekali seakan tak sengaja menyentuh gundukan berbulu yang tak terlalu lebat tapi terawat teratur.Sementara Hania rupanya sudah tak sabar, dibelai & digenggamnya kemaluanku, digerakkan tangannya maju mundur. Apalagi bila ia memasukkan kemaluanku ke mulutnya seperti akan menelannya, kemudian bergumam. Tanpa kata, tetapi sampai juga rupanya.




















