Tapi tentu saja layar komputerku masih memutar film BF itu. Bokep Arab “enak khan sayang?” tanyaku. Setelah sekitar satu setengah jam, aku mendengar ada orang yang memanggil-manggil ibu kosku di bawah, “bentar ya Vin, aku liat ke bawah dulu” kataku pada Vina. Dengan kontolku masih menancap dalam memeknya, kuremas-remas toketnya kembali. Sejak saat itu mesti masing-masing kami mempunyai pacar, Vina beberapa kali chek in di berbagai hotel bersamaku. ” mau yang lebih enak Vin?”rayuku lagi. Aku mengangguk, sambil tetap menghisap telinganya. Dia tersenyum, lantas mengangguk. Aku diam saja, karena merasakan kontolku perlahan mulai menggeliat. Kamu boleh liat dech. Sejak saat itu mesti masing-masing kami mempunyai pacar, Vina beberapa kali chek in di berbagai hotel bersamaku. “ngapain?” jawabku sambil mendekatinya dalam hati aku berharap dia berubah pikiran dan akan memintaku ML dengannya.




















