TV kemudian mati,Winda kembali ke kamarnya.Namun tak lama kemudian aku mendengar kembali langkah Winda mendekatiku, memperhatikanku sejenak, kembali lagi ke kamar. “ katanya mencium tanganku.“ Ya sayang, hati2 dijalan “ balasku sambil tersenyum, wajah Winda nampak memerah mendengar sebutan “sayang” dariku yg tidak biasanya.Lalu aku merengkuh pundaknya menggandengnya keluar, sambil jongkok aku kembali berbisik ditelinganya “ Om pengen kamu hati2, jangan ngelamun ya sayang, gih sono berangkat !“ Ia nampak senang dan menganguk, lalu berjalan keluar dan berbalik menengok lagi sambil tersenyum. Bokep Barat aku Menonton TV sambil menanti kantuk. Umurku waktu itu 25 tahun, karena tempat tinggalku jauh dari rumah. Lalu tanpa diduga,tangan anak sahabatku yg masih kencur itu dengan bergetar menyentuh bagian tengah tubuhku yg terbungkus sarung.




















