Tiba-tiba dia memelukku lagi. Veggy’ itu tanpa rasa jijik pula. Vidio Bokep “Dingin banget” katanya. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. astaga lagi, Anisa sudah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. “Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak. Romantis sekali tempat kami itu. Veggy’nya. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula!




















