crot! “Oh begitu. Bokep Arab jawabnya sambil berlalu dari tempat kami berdiri. Kalau berdiri di hadapanku, ia sengaja membuka kancing baju luarnya sehingga baju dalamnya yang tipis dan menonjolkan bukit dadanya terlihat. “Ngg…, nggak kok…”, jawabku gelagapan. Kemudian tangannya memegang leherku, sambil menaik turunkan pantatnya yang bahenol itu. “Aduh, lelah sekali rasanya hari ini”, keluhnya pelan. “Sudah, Pak”, jawabnya pelan dengan raut muka lesu. Pada hari-hari pertama, Dian memang telah menunjukkan sikapnya yang ‘mengundang’. Ia mulai bekerja di tempat kursus bahasa Inggrisku kira-kira sebulan yang lalu. Oh ya, pintu sudah dikunci semua? Pada suatu hari Rabu, sekitar seminggu yang lalu, saat kami hendak pulang dari kantor, hujan turun dengan lebatnya, office boy sudah pulang duluan. Saya mau ke kamar kecil sebentar”. “Tentu boleh dong, nggak bawa payung ya, Dian?”.“Biasanya sih bawa, cuma tadi pagi terburu-buru,




















