Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Bokepindo Padahal aqu sudaH punya mobil. Tiba-tiba saja Lidya. Bahkan dia menekan dadanya yg membusung padat ke dadaqu.“Memangnya aqu harus bagaimana?” aqu malah balik bertanya.“Ohh..”, Lidya mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalo aqu bukan hanya tak pernah pacaran, namun masih sangat polos sekali. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. Dan aqu selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aqu tak terus menangis. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aqu sendiri. Untuk pertama kalinya, aqu melihat sosok badan sempurna seorang perempuan dalam keadaan tanpa busana.




















