Aku harus segera pulang. Bokeb “Apa maksudnya…?” katanya dengan nafas yang mulai tersekat. Mataku nanar berkunang-kunang merasakan kenikmatan yang sukar ‘tuk dibayangkan. Bapak tidak perlu mengancamku segala…” katanya sambil tersenyum.“Dan aku rela … menanggung segala akibatnya asal aku bisa mendapatkan nikmat seperti ini dari Bapak…” katanya mulai melantur…Kuperhatikan jam dinding sudah menunjukkan jam 1.30 malam, sudah larut. Dia menjadi lebih sering mendesah dan melenguh menahan nikmat yang dirasakan, walaupun dengan malu-malu sambil tetap berusaha menjaga harga dirinya agar tidak jatuh dihadapanku.“Ouh… oohh…ouh….” Erangan nikmatnya menjadi lebih sering kudengar.Kedua tangannya mencengkram kasur dengan sangat kuat hingga urat-urat halus tangannya menonjol menandakan bahwa dia sedang dilanda kenikmatan dan rangsangan birahi yang teramat sangat.Aku mulai menanggalkan baju longgarnya dari tubuhnya dan menjatuhkannya kelantai. Aku harus segera pulang. Lalu dengan perasaan deg-degan aku menghampiri kamarnya kubuka pintunya dan




















