Dia menjual, bukan mengemis. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Bokep Hot “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Atau seorang lelaki berjaket jins yang memayungi seorang perempuan yang jelas-jelas memakai jas hujan. Polos sekali. Aku langsung ingin mengutuk diri. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Pikiranku mendadak kacau. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu.




















