Chie memanfaatkan salah satu prinsipku, yaitu bahwa aku takkan berhubungan seksual terang-terangan dengan gadis yang masih perawan, sehingga ia mencoba membuatku percaya bahwa ia sudah tidak perawan lagi. “Chie…” desahku, mengusap ubun-ubun kepalanya. Bokep colmek “Hadiah ulang tahun yang indah…” tawaku. Jarang mungkin kita melihat seorang gadis indo dengan kulit putih, hidung mancung dan rambut kemerahan duduk menghabiskan waktu bersama teman-temannya di warung sate di pinggir jalan, dengan celana jeans sobek di lutut dan tangan yang melambai-lambai ke segala arah, setiap kata-kata riang keluar dari bibirnya. Chie. Karena Chie lebih memilihku. “Untukmu?” senyumku sambil menatapnya. “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. “Chie akan menikah enam bulan lagi.”
Ah? Kaki-kaki Chie mulai melingkari pinggulku yang bergerak-gerak menekan. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku.




















