Tomo masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.“Hhhmm.. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Bokep Hot Tapi Tomo menahanku dengan kuat.Tomo menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit.Tomo mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar.“Aaahh..!!”Aku menjerit dan mulai menangis lagi. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Tomo dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Mukaku terasa panas. Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.“Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak.




















