Bila sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya. Dan ketika hanya berjarak kira-kira selebar telapak tangan dari pangkal pahanya, kecupan-kecupanku berubah menjadi ciuman yang panas dan basah.Sekarang hidungku sangat dekat dengan segitiga yang menutupi pangkal pahanya. Bokep Tante Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar. “Kunci dulu pintu itu,” katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Mengelus-elus pergelangan kakinya. Aku belum pernah diperintah seperti itu. Tak ada komentar penolakan. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Mbak Lia mengangkat daguku. Aku tak berdaya. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Kaki itu sekarang diangkat dan tertekuk di kursinya. Pada saat itulah aku mendapat kesempatan memandang hingga ke pangkal pahanya.




















