Baru tiga langkah aku menghindar dari situ, kudengar suara tawa mereka bertambah kencang, langsung aku menoleh dan bertanya, “Ada apa?” Eve menjawab, “Khira bilang, sikutnya terbentur barangmu,” katanya.Aku benar-benar malu dibuatnya. Bokepindocolmek Aku mencoba menghindar dari situ, tapi tanpa sengaja sikut Khira tersentuh barangku yang hanya tertutup celana sport tipis. Aku tertegun sejenak, karena bersamaan dengan aku meletakkan minuman di atas meja, Emily sudah melepaskan kancing terakhirnya. “Mau nge-chat yah?” tanyaku sambil tersenyum pada si Emily. Aku merasa nikmat dan ngilu sekali, “Sudah… sudah… aku ngiluuu… sudah…” pintaku. “Ah, paling-paling mau lihat gambar gituan,” lanjut Emily lagi. Dan belakangan aku dengar Eve dan Emily sudah jarang bergaul dengan Khira.TAMAT Sekarang apa lagi?” tanyaku. Kurasakan nikmat tak ketulungan. “Slep… slep… chk… chk…”
Itulah yang terdengar paduan suara antara barangku dan mulut Khira.




















