Hingga kira-kira setelah satu setengah jam aku menghabiskan waktuku dengannya, aku meninggalkannya dengan satu alasan yang kukarang. “Mmm.. Bokep Korea ahh.. “Masih di rumah Jakarta, ntar gue pulang dua hari lagi kok, udah dulu yah.. “Jaga rumah baik-baik ya Bik, kunci semua pintu dan jendela, kalau ada orang yang nggak dikenal, jangan biarkan masuk..” sambungku lagi. Beruntung dia tidak berkeberatan hingga aku bisa langsung pergi tanpa meninggalkan nomor HP-ku padanya, jadi tak ada jejak yang tertinggal. “Sableng..” kataku dalam hati. elo di mana Lis..?” suaraku terdengar serak karena aku memang masih ngantuk berat. Aku terbangun oleh dering telepon yang terletak di meja kecil tepat di samping tempat tidurku.




















