Pak terus.. Bokeb “Ya Pak”, jawabnya singkat sambil mengenakan pakaiannya kembali. Dia mengangguk sambil menggigit bibir, matanya basah kutahu dia masih takut. “Lho Ibu kan baru nanti jam enam, sekarang baru jam tiga, jadi kita masih bisa bikin seger badan”, jawabku penuh nafsu. “Akh.. HPp”, jawabnya sambil melirikku dan terus mengulum naik turun.Akhirnya kumuncratkan semua air maniku. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan sambil meraih pundaknya kucium keningnya, lalu turun ke bibirnya yang basah dan merah, dia tidak meronta juga tidak membalas. Pak geli.. Anakku biasanya pulang dengan ibunya pukul 18:30, dari rumah neneknya. kurang banyak”, bisikku bernafsu. “Pake, rhemason apa balsem Pak?” tanyanya. akh..” kusemprotkan semua maniku dalam liang kewanitaannya, sambil kupandangi wajahnya yang lemas. Dia kurebahkan di tepi tempat tidur, lalu aku berjongkok di depan dengkulnya yang masih tertutup rapat, “Buka pelan-pelan




















